Sabtu, 04 Agustus 2012

Tips Merawat Bibir Saat Puasa


Bulan puasa, tubuh cenderung kurang cairan. Hal tersebut bisa mengakibatkan bibir menjadi kering dan pecah-pecah. Selain terasa sakit, bibir dapat membuat penampilan Anda kurang maksimal. Bagaimana mengatasinya?
Perawatan yang tepat merupakan kunci untuk mendapatkan bibir yang cantik dan sehat. Jika Anda memiliki masalah dengan bibir yang kering dan pecah-pecah, cobalah tips berikut ini:
  • Kurangi kebiasaan membasahi atau menjilati bibir. Air liur yang Anda gunakan sebagai pembasah justru kerap memicu terjadinya kekeringan pada bibir.
  • Hindari memakai lipstik yang berjenis matte, lipstik kering tanpa kilap. Lipstik jenis ini cenderung tidak menggunakan pelembab, atau jika ada, kadarnya sangat sedikit.
  • Gunakan lipbalm setiap hari, terutama dalam cuaca panas.
  • Jangan memakai lipbalm yang mengandung flavour (perasa), karena akan membuat Anda terbiasa menjilati bibir atau membasahinya.
  • Jika tidak menggunakan lipbalm, Anda bisa menggantikannya dengan madu yang berfungsi sebagai pelembab. Oleskan madu pada bibir Anda sebelum tidur malam.
  • Jika bibir Anda terlanjur kering dan mengelupas, jangan menarik bagian yang mengelupas. Hal itu akan membuat luka bibir Anda. Lakukan pengamplasan bibir (scrubing) bagian yang terkelupas menggunakan scrub khusus untuk bibir. Lakukan dua minggu sekali.
  • Selain scrubing, Anda juga bisa melakukannya dengan masker alami bibir dari buah pepaya. Caranya : hancurkan sedikit buah pepaya hingga menjadi pasta yang lembut. Oleskan pada bibir dan biarkan selama 10 - 15 menit. Lalu bilas dengan air bersih.

hidung elektronik yang dapat membantu mendiagnosis tumor kanker

Jakarta, Baru-baru ini sebuah penelitian telah merancang sebuah alat berupa hidung elektronik yang dapat membantu mendiagnosis tumor kanker. Hidung elektronik tersebut dapat mendeteksi keberadaan tumor dengan tes napas.

Perangkat tersebut dapat mengenali mesothelioma ganas sejak dini. Mesothelioma ganas adalah tumor kanker pada lapisan rongga paru-paru dan dada atau selaput perut (peritoneum) yang disebabkan oleh paparan jangka panjang asbes.

Mesothelioma ganas adalah tumor langka yang sulit didiagnosis pada stadium awal. Diagnosa mesothelioma ganas menggunakan teknik konvensional tidak menunjukkan hasil yang akurat, invasif dan sulit dilakukan bagi kebanyakan pasien usia lanjut.

Kanker jenis ini jarang sekali terjadi tetapi jika terjadi akan sangat fatal. Penyakit terkait asbes mempengaruhi ribuan orang, dan menyebabkan kematian terhadap 20.000 orang di seluruh dunia setiap tahunnya, seperti dilansir health.india, Jumat (3/8/12).

Perangkat hidung elektronik ini dirancang untuk membedakan antara penyakit jinak dan ganas dan untuk mendeteksi penyakit sejak dini.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Deborah Yates menganalisa sampel napas dari 20 penderita mesothelioma ganas, bersama dengan 18 orang dengan penyakit terkait asbestos dan 42 subyek sehat. Hasilnya menunjukkan keakuratan hingga 88 persen dalam mengenali penyakit mesothelioma ganas pada para penderitanya.

Hidung elektronik terdiri dari berbagai polimer karbon elektronik yang dapat membedakan kondisi kesehatan peserta penelitian melalui hembusan napas yang diterjemahkan ke dalam alat skrining.

Orang yang berisiko tinggi terhadap mesothelioma ganas pun dapat didiagnosa secara dini dengan menggunakan perangkat ini.


(ir/ir


http://health.detik.com/read/2012/08/03/170027/1982748/763/hidung-elektronik-bantu-temukan-tumor-mematikan?l1102755
.
 
Pink Bobblehead Bunny